(16-02-18), pertama kalinya aku menginjakkan kaki di kota “Bukit Berbatu” dan terkenal dengan walet putihnya. Inilah Aku dan cerita pertamaku di blog sederhana ini.

Salah satu spot batu karang Pantai Menganti

Aku berangkat dari kota asalku (Gresik) Jumat, 16 Februari 2018 sekitar pukul 10.30 dari Stasiun Gubeng Surabaya naik Kereta dan sampai di stasiun Kebumen sekitar Maghrib. Sampai disana aku dijemput temanku dan kita berangkat ke desa Kedunggong, Sadang, karena hari sabtunya ada acara disana. Sepanjang perjalanan di Sadang, sebelah kanan dan kiri terlihat warna hijau yang mempesona (jika siang hari) seperti foto dibawah ini.

Perjalanan menuju desa Kedunggong, Sadang

Oke, itu untuk hari sabtunya. Aku ingin cerita dihari minggunya,  mengunjungi salah satu pantai terkeren di Jawa Tengah. Ya, Pantai Menganti namanya. Terletak di desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantai ini sangat indah dan terbentang luas. Dikelilingi oleh tebing-tebing/ bukit-bukit yang hijau dengan perpaduan laut biru dan deburan ombak yang menabrak batu karang. Pantai ini cocok buat para fotografer landscape yang ingin berburu sunrise ataupun sunset. Selain itu juga bisa dibuat surfing. Banyak objek-objek yang dapat dikunjungi seperti mercusuar, tanjung karangbata dan lainnya. Disini juga terdapat wahana-wahana seperti sepeda gantung, balon udara, dan masih banyak lagi yang bisa dinikmati (info dari instagram) tapi aku tidak tau secara langsung karena memang aku kesana masih terlalu pagi (tujuannya nyunrise, mencari senja pagi, tapi senja tak kunjung datang :D) dan hanya beberapa spot saja. Jika ingin menginap, tersedia homestay di pinggir pantai. Sayangnya, akses menuju pantai menganti ini cukup sulit, jalanan naik turun yang terjal melewati perbukitan dan sampai sekarang masih belum ada transportasi umum untuk menuju kesana. Harus pakai kendaraan pribadi.

Menganti Beach
View of Menganti Beach

Aku belum bisa bercerita banyak tentang Pantai Menganti. Selain memang aku baru mencoba menulis, dan ini tulisan pertamaku, juga karena waktu kesana tidak setiap sudut aku datangi.

Sunset di Waduk Sempor

Oh ya, ada lagi tempat yang aku kunjungi ketika di Kebumen. Waduk Sempor dan juga Rumah Kopi Martha Tilaar. Waduk sempor adalah tempat dimana rame dengan anak muda ketika sore hari untuk melihat sunset. Kalo Rumah Kopi Martha Tilaar ini bertempat ditempat tinggal pendiri Martha Tilaar Mustika Ratu.

Ginger Velvet

Oke, cukup sampai disini tulisan pertamaku. Terima kasih telah membuka dan membaca tulisan yang acak-acakan ini hehe.

One Reply to “Ceritaku dari Bukit Berbatu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *